PAK GOFFAR: BELUM JATUH SUDAH TERTIMPA TANGGA

Musim panas yang semakin menyengat telah memercik kobaran api di area persawahan di belakang gedung Spensar. Percikan api ini berasal dari ranting-ranting kering yang terbakar panas matahari, kemudian kobaran api semakin membesar ketika angin membawanya menjilat-jilat semak belukar yang kebetulan belum sempat dibersihkan, alhasil sebagian gedung Spensar yang terletak di bagian belakang ikut hangus terbakar. Untung kejadian ini segera diketahui warga setempat yang bermukim di sekitar sekolah. Sehingga dengan cekatan Tim Pemadam Kebakaran Spensar yang terdiri dari Pak Amin, Pak Goffar, dan Pak Syaiful berhasil mematikan pergerakan api, sehingga tidak banyak kerusakan yang dialami. Kebakaran ini memang tidak memakan korban karena terjadi seusai jam sekolah. Meskipun demikian, hal yang patut disayangkan adalah hilangnya ponsel Pak Goffar yang ketika berusaha memadamkan api meletakkan ponsel dan bajunya di sekitar kerumunan orang. Namun, ketika api berhasil dipadamkan, ponselnya telah raib dibawa orang tak bertanggung jawab. Ketika ditanya, Pak Goffar mengaku tidak mengenali si pelaku karena saat itu kerumunan warga yang menonton cukup banyak dan yang pasti si pelaku pasti punya jiwa penolong, karena ponselnya juga ikutan “ditolong”. “Wah, belum jatuh sudah tertimpa tangga” katanya sambil tertawa.

Iklan