Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA pada Materi Asam dan Basa  di Kelas VII B Semester Genap SMP Negeri 2 Tragah dengan model pembelajaran Kooperatif Leaning tipe STAD

Penulis: SRI ENDAH SETIOWATI

 

Abstrak

          Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat mengubah pembelajaran dari teacher centermenjadi student centered. Pada intinya konsep dari model pembelajaran tipe STAD adalah Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Kegiatan pembelajaran Kooperatif tipe STAD terdiri dari enam tahap : 1) persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok, 2) Penyajian Materi Pelajaran, 3). Kegiatan kelompok, 4) Evaluasi, 5) Penghargaan ndividu dan kelompok, 6) Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan kelompok.

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah mengetahui ketuntasan atau hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran oleh guru pada materi asam dan basa di kelas VIIB di  SMP Negeri 2 Tragah. Siswa aktif, karena  jumlah persentase penilaian baik dan sangat baik lebih dari pada jumlah persentase penilaian kurang baik dan cukup baik, yaitu: 82% > 18%.Hal ini berarti secara individual maupun klasikal, kelas tersebut dinyatakan tuntas dalam  upaya peningkatan kualitas pembelajaran IPA pada materi asam dan basa  di kelas VII B semester genap SMP Negeri 2 Tragah dengan model pembelajaran Kooperatif Leaning tipe STAD

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran kooperatif type STAD

 

 

 

 

Pendahuluan

 

Pendidikan sains, seperti pendidikan pada umumnya, memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian dan perkembangan intelektual anak. Pembelajaran Sains dapat disetting menjadi pembelajaran yang mengeksplorasi fakta-fakta aktual untuk membangun sebuah konsep dan nilai. Namun, mengeksplorasi fakta saja belumlah cukup bagi siswa untuk membangun jiwa kreatif dan kritis, sehingga pembelajaran mestinya memberikan ruang bagi anak mengembangkan kemampuan menganalisa dan mengevaluasi fakta-fakta yang ada untuk mengonstruksi fakta baru sebagai gagasan terhadap solusi atas masalah yang ditemukan (belajar melebihi fakta). 

(http://mahmuddin.wordpress.com/2007/08/10/pembelajaran-sains-melebihi-fakta-dengan-model-kemitraan/)

Hasil pengamatan peneliti selama menjadi guru di SMP Negeri 2Tragah Bangkalan, guru-guru dalam kegiatan belajar mengajarnya kurang memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan ide-idenya sehingga daya nalar anak menjadi  kurang  terlatih. Guru lebih memodelkan dirinya sebagai sentral fokus yang memindahkan informasi pengetahuan dari buku atau pikirannya kepada siswa, sedangkan siswa hanya menerima, mengingat dan menghafal informasi tersebut.

Kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep-konsep kimia kemungkinan disebabkan model yang digunakan oleh guru kurang sesuai, pada umumnya metode yang sering digunakan adalah metode pembelajaran konvensial, yaitu ceramah, tanya jawab dan pemberian tugas.

Sehubungan dengan hal tersebut,dalam proses pembelajaran tampaknya kita perlu beralih pandangan dari pembelajaran dengan pendekatan konvensional menuju pembelajaran  dengan pendekatan kontruktivis. Menurut pandangan kontruktivis siswa itu sendiri yang aktif secara mental membangun pengetahuannya yang dilandasi oleh struktur kognitif yang telah dimiliki sebelumnya. Guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator atau mediator yang kreatif dalam proses pembelajaran.

Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu mengunakan presentasi Verbal atau teks.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KAJIAN PUSTAKA

Cooperative learning berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim.pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:1)Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar,2)Kelompok dibentuk dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang, dan rendah,3)Bila memungkinkan , anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam,4)Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok dari pada individu.

Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin, 1995) merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif. Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.Tahap  Pembelajaran Kooperatif  Tipe STAD:1)Persiapan materi dan penerapan siswa dalam kelompok.2)Penyajian Materi Pelajaran,3)Praktek terkendali,4)Evaluasi,5)Penghargaan individu dan kelompok.

Hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.

 

 

 

METODOLOGI PENELITIAN

 

Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Tragah, pada semester genap tahun pelajaran 2013 / 2014.Alasan penelitian menentukan subjek peneliti di SMPN 2 Tragah untuk melakukan penelitian pengembangan.

Objek penelitianini adalah upayapeningkatankualitaspembelajaran IPA padamateriasamdanbasa di Kelas VII Bsemester genap SMP Negeri 2 Tragahdengan model pembelajarankooperatif learning tipe STAD tahun ajaran2013/2014. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMPN 2 Tragah T.A 2013/2014 yang diambil satu kelas yaitu sebanyak 28 orang. PersiapanPenelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Persiapan peneliti mencakup penyusunan skenario pembelajaran, menyusun kisi-kisi tes, rpp, silabus, penyusunan lembar observasi.
  2. Melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan strategi STAD
  3. Memberikantessetelahmateriberakhir (post tes).
  4. Memeriksadanmenilaihasiltessiswa di luar jam pelajaran
  5. Melakukananalisis data darihasil post tessiswa
  6. Menuliskegiatan

Pelaksanaan Penelitian

Selama penelitian berlangsung siswakelas VII B SMPN 02 Tragah diajarkan materi Asam dan Basa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Pelakasanaan kegiatan meliputi : penyajian materi, pengumpulan hasil pengamatan dan test akhir.

 

Observasi Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas;

  1. Mengingat kembali materi sebelumnya,
  2. Menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran yang akan dijelaskan,
  3. Memotivasikan siswa dengan memberikan contoh materi dalam kehidupan sehari-hari,
  4. Menjelaskan beberapa materi yang berkaitan dengan bahan yang akan didiskusikan,
  5. Membagikan soal yang akan didiskusikan,
  6. Menentukan nama-nama kelompok dengan anggota 4 orang,
  7. Kelompok diatur sesuai tempat duduknya,
  8. Memerintah masing-masing peserta didik untuk membaca dan mencermati soal-soal yang akan didiskusikan,
  9. Memerintahkan masing-masing kelompok untuk menyelesaikan soal tersebut dengan anggotanya,
  10. Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil jawabannya dengan kelompok lain,
  11. Memantau kinerja peserta didik,
  12. Mengomentari hasil kelompok,
  13. Memberikan Tugas Pekerjaan Rumah Menyimpulkan hasil diskusi,
  14. Memberikan latihan kuis.

Observasi Penilaian AktivitasSiswa:

  1. Mencermati dan mengerjakan soal yang diberikan,
  2. Diskusi dengan anggotanya untuk menemukan jawaban,
  3. Saling tukar jawaban untuk menemukan jawaban baru,
  4. Mengubah jawaban yang salah,
  5.  Mencatat hasil jawaban,
  6. Mengerjakan kuis yang diberikan.

Analisis Hasil Observasi Penilaian Aktivitas Guru,Langkah-langkah analisis data:Merekapitulasi hasil pengamatan dari seluruh pertemuan yang telah dilakukan,Menentukan rata-rata dari setiap indikator penilaian,Mengkonversi hasil perhitungan rata-rata dari setiap indikator penilaian dengan ketentuan,Menentukan persentase terhadap hasil penilaian, Menyimpulkan hasil penelitian dengan ketentuan.

AnalisisHasilObservasiPenilaianAktivitasSiswa,Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa:Merekapitulasi hasil pengamatan dari seluruh pertemuan yang telah dilakukan,Menentukan rata-rata skor aktivitas siswa,Mengkonversi hasil perhitungan rata-rata dari setiap indikator penilaian dengan ketentuan, Menentukan persentase terhadap hasil penilaian yang diperoleh, Menyimpulkan hasil penelitian dengan ketentuan.

AnalisisTesHasilBelajarSiswa:Merekapitulasi hasil penskoran terhadap jawaban siswa, Menentukan nilai rata-rata yang diperoleh siswa, Mengkonversi hasil perhitungan rata-rata dari setiap indikator penilaian dengan ketentuan, Menentukan persentase terhadap hasil penilaian yang diperoleh,Menyimpulkan hasil penelitian dengan ketentuan..

 

 

 

 

HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

PENILAIAN AKTIVITAS GURU

  1. Rekapitulasi Hasil Observasi

No

Indikator Penilaian

Pertemuan

Rata-Rata

Keterangan

1

2

1

Mengingat kembali materi sebelumnya

2

2

2,00

Baik

2

Menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran yang akan dijelaskan

2

2

2,00

Baik

3

Memotivasikan siswa dengan memberikan contoh materi dalam kehidupan sehari-hari

1

3

2,00

Baik

4

Menjelaskan beberapa materi yang berkaitan dengan bahan yang akan didiskusikann

2

3

2,50

SangatBaik

5

Membagikan soal yang akan didiskusikan

2

2

2,00

Baik

6

Menentukan nama-nama kelompok dengan anggota 2 orang

3

3

3,00

SangatBaik

7

Kelompok diatur sesuai tempat duduknya

2

2

2,00

Baik

8

Memerintah masing-masing peserta didik untuk membaca dan mencermati soal-soal yang akan didiskusikan

1

2

1,50

CukupBaik

9

Memerintahkan masing-masing kelompok untuk menyelesaikan soal tersebut dengan anggotanya

2

2

2,00

Baik

10

Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil jawabannya dengan kelompok lain

1

3

2,00

Baik

11

Memantau kinerja peserta didik

2

2

2,00

Baik

12

Mengomentari hasil kelompok

3

1

2,00

Baik

13

Memberikan Tugas Pekerjaan Rumah Menyimpulkan hasil diskusi

2

2

2,00

Baik

14

Memberikan latihan kuis

2

2

2,00

Baik

 

 

 

 

 

 

  1. Persentase Hasil Penilaian

Persentase Penilaian Kemampuan Pengelolaan Kelas

No Kriteria Penilaian Frekuensi Persentase
1 Kurang Baik 0 0%
2 Cukup Baik 1 7%
3 Baik 11 79%
4 Sangat Baik 2 14%
Jumlah 14 100%

  1. Penarikan Simpulan,

Berdasarkan Tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa “guru mampu mengelola kelas, karena  jumlah persentase penilaian baik dan sangat baik lebih dari pada jumlah spersentase penilaian kurang baik dan cukup baik, yaitu: 93% > 7% .

PENILAIAN AKTIVITAS SISWA

  1. Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa

No

Nama Siswa

Pert I

Pert II

Rata

Rata

Keterangan

1

2

3

4

5

6

1

2

3

4

5

6

1

Abdul fatah

1

1

3

1

3

2

1

3

1

2

3

1

1,83

Baik

2

Abdussalam

2

2

1

1

2

3

2

1

1

2

2

2

1,75

Baik

3

Ahmad faris

1

3

2

1

1

2

1

2

2

3

1

1

1,66

Baik

4

Ahmad maryono

1

2

2

1

1

3

2

3

2

2

1

2

1,83

Baik

5

Alfia

1

2

2

1

2

1

1

1

2

3

2

1

1,58

Baik

6

Althofurrohman

1

1

1

1

1

2

1

1

2

2

2

1

1,33

Cukup Baik

7

Dikidarmawan

1

2

2

1

1

2

2

1

2

2

2

1

1,58

Baik

8

Febricandrawijaya

1

1

2

1

1

2

2

1

2

3

2

1

1,58

Baik

9

Ghoffar

1

2

2

1

2

1

2

1

1

2

2

1

1,50

CukupBaik

10

Halimatussakdiyah

1

1

2

1

2

2

1

1

2

1

2

1

1,41

CukupBaik

11

Khodijah

3

2

2

1

3

3

2

1

3

2

3

3

2,33

Sangat Baik

12

Lailatulmukarromah

1

3

1

1

2

3

3

2

3

3

2

1

2,08

Baik

13

Maiseh

2

1

1

1

2

2

1

3

1

2

1

1

1,50

Cukup Baik

14

Marisa

3

3

1

1

3

2

1

1

3

1

2

1

1,83

Baik

15

Moh.halili

1

3

3

1

3

2

1

3

3

2

1

1

2,00

Baik

16

Mohhusnan

2

3

1

1

2

3

2

1

1

3

1

1

1,75

Baik

17

Mohhosin

2

1

1

2

1

3

3

2

2

2

1

1

1,75

Baik

18

Nurfadilah

3

2

1

1

3

2

2

2

2

1

3

1

1,83

Baik

19

Nurulhidayati

3

3

1

1

2

3

3

3

2

3

1

2

2,25

Baik

20

Romlah

1

2

3

2

1

2

2

2

3

2

2

1

1,91

Baik

21

Silfianasukma said

3

2

2

2

3

3

2

2

3

2

3

3

2,50

Sangat Baik

22

Siti Fatima

1

1

1

1

1

2

1

1

2

2

2

1

1,33

Cukup Baik

23

Sitisaodah

2

2

1

1

2

3

2

1

1

2

2

1

1,66

Baik

24

Sufatmi

2

1

1

1

3

2

1

3

3

1

3

3

2,00

Baik

25

Susiati

1

2

2

1

1

3

1

3

2

2

1

2

 1,66

Baik

26

Wahromi

2

2

2

1

3

3

2

3

3

2

3

3

2,41

Sangat Baik

27

Yuliana

1

3

1

1

2

3

3

2

2

3

2

1

2,00

Baik

28

Yaqin

1

2

2

1

1

2

2

1

2

2

2

1

1,58

Baik

 

  1. Persentase Penilaian Aktivitas Siswa
No Kriteria Penilaian Frekuensi Persentase
1 Kurang Baik 0 0%
2 Cukup Baik 5 18%
3 Baik 20 71%
4 Sangat Baik 3 11%
Jumlah 28 100%

 

  1. Penarikan Simpulan

Berdasarkan Tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa “Siswa aktif, karena  jumlah persentase penilaian baik dan sangat baik lebih dari pada jumlah persentase penilaian kurang baik dan cukup baik, yaitu: 82% > 18%.

  1. Rekapitulasi Hasil JawabanSiswa

No

Nama Siswa

Pertemuan

Rata-Rata

Keterangan

1

2

1

Abdul fatah

75

75

75,00

Mengerti

2

Abdussalam

75

75

75,50

Mengerti

3

Ahmad faris

79

78

78,50

Mengerti

4

Ahmad maryono

79

78

78,50

Mengerti

5

Alfia

80

75

77,50

Mengerti

6

Althofurrohman

60

65

62,50

Cukup Mengerti

7

Dikidarmawan

75

75

75,00

Mengerti

8

Febricandrawijaya

78

78

78,00

Mengerti

9

Ghoffar

60

65

62,50

Cukup Mengerti

10

Halimatussakdiyah

90

87

88,50

sangat Mengerti

11

Khodijah

80

75

77,50

 Mengerti

12

Lailatulmukarromah

90

87

88,50

Mengerti

13

Maiseh

80

75

77,50

Mengerti

14

Marisa

75

75

75,00

Mengerti

15

Moh.halili

79

78

78,50

Mengerti

16

Mohhusnan

79

75

77,00

Mengerti

17

Mohhosin

80

75

77,50

Mengerti

18

Nurfadilah

79

78

78,50

Mengerti

19

Nurulhidayati

75

75

75,00

Mengerti

20

Romlah

75

75

75,00

Mengerti

21

Silfianasukma said

78

78

78,00

 Mengerti

22

Siti Fatima

78

78

78,00

Mengerti

23

Sitisaodah

78

78

78,00

Mengerti

24

Sufatmi

90

87

88,50

SangatMengerti

25

Susiati

90

87

88,50

SangatMengerti

26

Wahromi

60

65

62,50

Cukup Mengerti

27

Yuliana

90

87

88,50

SangatMengerti

28

Yaqin

60

65

62,50

CukupMengerti

 

  1. PersentaseHasil

PenilaianPersentasePenilaianSkorSiswa

No KriteriaPenilaian Frekuensi Persentase
1 KurangMengerti 0 0%
2 CukupMengerti 4 14%
3 Mengerti 20 72%
4 SangatMengerti 4 14%
Jumlah 28 100%

 

  1. PenarikanSimpulan

Berdasarkan Tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa “Tujuan pembelajaran tercapai, karena  jumlah persentase penilaian mengerti dan sangat mengerti lebih dari pada jumlah persentase penilaian mengerti baik dan cukup mengerti, yaitu: 86% > 14%

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ismail.(2003). Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran). Jakarta: ProyekPeningkatanMutu SLTP

Widowati, Budijastuti. (2001). PembelajaranKooperatif.Surabaya :UniversitasNegeri Surabaya.

Suryosubroto, B.1997.Proses BelajarMengajar di Sekolah. Jakarta :RinekaCipta.

Purwanto, M. Ngalim. 2002. PsikologiPendidikan. Bandung : PT RemajaRosdakarya

 

 

Iklan